Rabu, November 03, 2010

Pencapaian 10.000 Jam !

Kehidupan umat manusia secara global terus mengalami dinamisasi. Terjadi perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik menyangkut sosial, ekonomi, budaya, teknologi, pangan, kesehatan, dan sebagainya. Umat manusia terus-menerus berinovasi, mencari cara-cara terbaru untuk menjalani kehidupan yang lebih sejahtera. Kemajuan teknologi pesawat memungkinkan kita bisa bepergian ke tempat manapun yang ada di Planet Bumi ini, hanya dalam hitungan jam atau puluhan jam. Kota-kota di dunia telah terintegrasi dalam sistem transportasi udara yang cepat dan dengan biaya terjangkau. Teknologi transportasi terus berkembang, baik transportasi dalam kota, antar kota dalam satu negara, maupun lintas kota antar negara. Kereta api lajunya makin cepat saja, begitu pula kapal dengan berbagai ukuran, melintas laut dan samudera, makin memudahkan manusia untuk saling berhubungan. Teknologi otomotif juga memungkinkan ditemukannya sebuah mobil yang cepat, nyaman dan artistik.

Bidang teknologi informasi kemajuannya begitu mencengangkan, untuk sekedar berkomunikasi dengan siapapun dan di manapun kini semakin mudah saja. Beragam situs jejaring sosial menyatukan manusia di Planet Bumi ini. Begitupula beragam fasilitas seperti YM, BBM, dan sebagainya, membuat interaksi dan komunikasi menjadi mudah dan murah.

Teknologi kedokteran pun mengalami perkembangan yang fantastis. Beragam virus dengan efek mematikan kini bisa dicegah secara awal. Begitu pula transplantasi organ tubuh, kini semakin sering dilakukan. Beragam produk farmasi dihasilkan setiap saat, untuk pencegahan dan pengobatan beragam jenis penyakit. Perkembangan Iptek merambah semua segi kehidupan. Di bidang musik misalnya, media penyimpan semakin canggih, dimulai dari penemuan piringan hitam yang berukuran besar, dimodifikasi menjadi pita kaset, kemudian compact disk, muncul lagi MP3, dan tidak berhenti sampai disitu, masih akan ada kelanjutan teknologi berikutnya.

Manusia terus berinovasi, penemuan-penemuan teknologi baru, cenderung membawa pencerahan pada bidang lainnya. Perkembangan teknologi informasi, menjadikan sektor ekonomi makin bergairah, sektor pendidikan makin terpacu, sektor sosial makin dinamis. Teknologi bagaikan dua sisi mata uang, satu sisi menuju kebaikan dan kesejahteraan, satu sisi menuju keburukan dan kehancuran. Perkembangan teknologi nuklir misalnya, bisa memacu perbaikan bidang kedokteran, pangan atau energi untuk kebaikan dan kesejahteraan hidup manusia. Sebaliknya bisa pula dimanfaatkan bidang militer untuk saling mengancam kelangsungan hidup sesama umat manusia. Inovasi jalan terus, penemuan selalu terjadi, teknologi makin pesat kemajuaanya. Hal itu harus diikuti sikap arif dan bijak para penggunanya.

Adalah Malcolm Gladwell, dalam bukunya “Outliers: The Story of Success“, yang diterbitkan Little, Brown and Company, tahun 2008, menuliskan dan menghimpun data kedisiplinan inovator kelas dunia, mulai dari pemain hoki es Kanada sampai fenomena Bill Gates, dia menemukan “Aturan 10 Ribu jam”. Menurut Gladwell, para inovator memerlukan waktu sekitar 10 ribu jam efektif atau sekitar 10 tahun untuk sampai pada penemuannya yang canggih dan fenomenal.

Ya, kita bisa jadi penemu yang hebat, di bidang apapun dalam kehidupan ini, asalkan fokus selama 10 ribu jam. Begitu lama dan mungkin melalahkan memang, tetapi kalau dijalani sebagai hoby, dengan semangat full , maka tidak terlalu berasa, apalagi jika puncak pencapaian telah tiba. Kita harus menggeluti aspek atau bidang yang kita sukai selama 10 ribu jam, baru menuai hasilnya secara mengesankan. Beberapa contoh di negeri sendiri misalnya, Dahlan Iskan memeiliki hampir 100 surat kabar, tersebar di berbagai kota, juga karena fokus selama 10 ribu jam atau lebih. Begitu pula Purdi E. Chandra memeiliki lebih dari 500 outlet bimbingan belajar ternama, karena kekuatan fokus. Dan banyak contoh lain, baik dibidang politik, ekonomi, pendidikan, bisnis, lingkungan, hiburan, dan sebagainya. Yuk kita fokus 10 ribu jam !!! (Atep Afia)

Dipublikasikan juga melalui :

http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/28/aturan-10-ribu-jam/

Teve dan Internet Cukup Dua Jam !

Makin menarik, makin interaktif, makin menyita waktu. Sajian di layar televisi, monitor komputer atau laptop, makin membuat banyak orang lupa waktu dan lupa diri. Serasa terintegrasi dengan dunia maya, seperti nyebur dalam kolam fantasi, bisa berjam-jam, bahkan sehari penuh. Pernah dikabarkan ada seorang pria pengunjung warnet yang meninggal, setelah online tiga non stop. Melalui kecanggihan teknologi informasi, dunia maya makin menantang untuk ditelusuri, lebih dalam dan lebih dalam lagi, sampai akhirnya terlena.

Terjangan dunia maya tidak mengenal batas usia. Sajian acara televisi bisa menghanyutkan balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga manula, begitu pula internet dan beragam games. Keramahan Facebook dan Twitter bisa merangkul siapapun, seperti memabukan, membuat penikmatnya terlupa dunia nyata.

Lantas, bagaimana kita harus menyikapi semua itu. Pasrah atau berontak, atau mengambil langkah bijak. Perkembangan teknologi informasi memang tidak bisa dibendung, selain memberikan dampak positif juga menoreh dampak negatif. Keberadaan internet dengan ratusan jutaan situs web-nya, secara langsung bisa menambah pengetahuan. Melalui beraham situs jejaring sosial, terjadi interaksi yang makin intensif dan ekstensif di antara orang diseluruh beluruh belahan dunia. Internet menyajikan pengetahuan sekaligus hiburan. Namun jika over dosis dalam menikmatinya, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam diri penggunanya.

Begitu pula dengan televisi, puluhan ribu stasiun televisi dari berbagai negara seperti berlomba untuk menyajikan acara yang paling enak ditonton. Tak heran jika penonton televisi bisa tahan berjam-jam di depan layar kaca, dengan mata dan pikiran yang tetap fokus. Sebuah stasiun televisi swasta nasional, pernah menyelenggarakan lomba nonton televisi terlama. Hasilnya ternyata, banyak orang yang tahan nonton selama 24 jam. Sebuah rekor yang mencerminkan gaya hidup yang tidak sehat.

Dua Jam Saja

Seharusnya duduk di depan layar televisi, monitor atau layar apapun yang menjadi pintu masuk ke dunia maya dalam sehari tidak melampaui dua jam. Lewat dua jam, berarti bahaya. Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Pediatrics (http://pediatrics.aappublications.org/), Amerika Serkat, sebagaimana dikutip harian Kompas, 13 Oktober 2010, mengungkapkan, bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu dua jam atau lebih dalam sehari di depan televisi atau main games, memiliki lebih banyak kesulitan psikologis, seperti masalah yang terkait dengan hubungan di antara teman sebaya, masalah emosi, hiperaktif, dan tingkah laku yang menantang, dibanding anak yang tidak banyak menonton televisi atau main games.

Jika kebiasaan buruk tersebut dibiarkan berlarut-larut, bisa diduga dampak psikologis yang ditimbulkan dari kelebihan duduk di depan layar bisa lebih kronis. Bisa saja mengarah pada beragam gangguan psikologis dan kesehatan. Pada orang dewasa pun dampak yang ditimbulkan tidak kalah beratnya, apalagi orang dewasa memiliki kewajiban interaksi sosial yang lebih tinggi. Jika kehidupannya didominasi dunia maya, maka akan berubah menjadi “asing” ketika terjun di dunia nyata. Memiliki seribu teman di Facebook belum tentu lebih baik dari hanya memiliki satu teman di dunia nyata. Oleh saba itu, batasi nonton televisi, batasi online, maksimum dua jam saja !, bahkan kalau perlu cukup satu jam saja !!! (Atep Afia)

Dipublikasikan juga melalui :

http://teknologi.kompasiana.com/group/gadget/2010/10/14/satu-jam-saja/

Kamis, Desember 10, 2009

Prita, Koin dan Ketidakadilan


Ibu Prita dihadapkan pada persoalan serius, akibat e-mailnya tentang pelayanan RS Omni Internasional Tangerang yang menyebar luas, ia terkena perkara pencemaran nama baik dan digugat secara perdata . Tak kurang dari Pengadilan Tinggi Banten memutuskan supaya Prita membayar ganti rugi Rp 204 juta rupiah kepada RS Omni. Di sisi lainnya secara pidana, Prita pun terancam hukuman maksimal enam tahun.

Masyarakat pun sangat kaget, munculah gerakan kesetiakawanan sosial. Mulai dari dukungan di situs jejaring sosial seperti facebook. Catatan sampai 10 Desember 2009 menunjukkan, Grup Dukung Prita Mulyasari telah beranggotakan 118.482 orang, Grup Koin Peduli Prita 47.011 orang, dan Grup Koin Untuk Prita mencapai 43.621 orang.  Gerakan pengumpulan koin untuk Prita di berbagai kota di Indonesia, menunjukkan betapa tingginya kesetiakawanan sosial masyarakat di negara ini. Kenapa harus koin, ternyata ada filosofinya.

Koin menggambarkan uang kecil bahkan nilainya paling kecil. Dengan koin siapun bisa membantu Prita secara gotong royong, bahkan anak-anak TK di beberapa kota turut mengumpulkan koin, begitu pula kalangan masyarakat berpenghasilan sangat rendah. Koin adalah simbul perlawanan masyarakat kecil.

Kasus Prita mencerminkan kentalnya ketidak-adilan di negeri ini. Dan masyarakat pun bahu-membahu untuk "melawan" ketidak-adilan ini, antara lain dengan gerakan kesetiakawanan sosial. Kasus Prita begitu mecuat, bahkan media sekelas International Herald Tribun (IHT) menampilkan berita Prita di halaman paling depan. (Atep Afia)

Korupsi dan Impotensi Demokrasi


Sembilan Desember merupakan Hari Antikorupsi Internasional (HAI). Bermula dari munculnya Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 58/4 tanggal 31 Oktober 2003, yang menetapkan 9 Desember sebagai HAI. Rabu, 9 Desember 2009 kemaren, peringatan HAI di Indonesia begitu semarak, serentak dilaksanakan di seluruh daerah. Di Jakarta sendiri peringatan HAI berlangsung tertib, meleset dari perkiraan banyak pihak, termasuk petinggi negara.

Inti dari HAI adalah perlawanan global terhadap korupsi, mengingat begitu mengerikan dari dampak korupsi. Korupsi bisa merusak wibawa pemerintah, merontokan berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan menimbulkan impotensi demokrasi.

Korupsi bagaikan virus yang secara sistemik mengkeroposkan sendi-sendi demokrasi, sehingga tidak berdaya, loyo, mandeg, stagnan dan tidak berkutik. Koruptor bagaikan drakula atau vampir yang menghisap habis darah korbannya. Korban dari vampir korupsi adalah rakyat, bangsa, negara dan pemerintah itu sendiri. Sudah jelas korupsi harus dienyahkan dari negeri tercinta ini. Supaya demokrasi bisa ajeg, kokoh dan tegak, supaya kemakmuran dirasakan merata oleh segenap rakyat.

Beragam kasus korupsi di negeri tercinta ini harus segera diproses sampai tuntas, dengan demikian KPK, Kepolisian dan Kejaksaanwajib membentuk sinergi yang saling menguatkan.Sehingga begitu kompak dalam menghabisi korupsi. Untuk itu ketiga lembaga negara terebut harus bersih dari skandal internal. Ujian terbesar saat ini ialah menyangkut kasus Bank Century, yang juga turut ditangani oleh Pansus DPR. Bisakah diselesaikan secara transparan dan dibongkar sampai ke aktor intelektualnya. Siapa takut ??? (Atep Afia)

Kamis, Agustus 27, 2009

INDONESIA 2009 - 2014


Bangsa Indonesia telah menuntaskan hajat demokrasinya. Dalam pesta demokrasi terbesar di dunia itu, Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono berhasil terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2009-2014, dengan dukungan suara rakyat yang meyakinkan, melampaui 60 persen.

Sekarang, tinggal bagaimana pemerintah yang mendapat mandat rakyat itu bekerja secara optimal. Rakyat sangat berharap, bahwa pengelolaan negara dalam periode 2009-2014 bisa lebih profesional dan menyentuh kepentingan yang paling mendasar. Bagaimanapun, kondisi rakyat Indonesia masih dihadapkan pada beragam persoalan, mulai dari sempitnya peluang kerja, harga bahan pokok yang masih mahal, kualitas pendidikan yang belum merata, dan masih banyak lagi. Persoalan dalam eksternal pemerintahan sendiri tidak kalah krusialnya, mulai dari pemberantasan korupsi dan kualitas birokrasi yang belum mumpuni.

Potensi sumberdaya alam (SDA) Negara Indonesia sangat kaya, jauh melebihi apa yang dimiliki negara tetangga Malaysia. Kalau dibandingkan dengan Sumatera saja SDA Malaysia tidak lebih kaya. Namun ironisnya, rakyat Indonesia baik secara legal atau ilegal berbondong-bondong mencari pekerjaan di Malaysia. Dari fenomena ini saja dapat dilihat, bahwa selama ini memang pengelolaan SDA Indonesia tidak efisien dan tidak efektif, banyak kebocoran dan pemborosan, sehingga kurang mendukung terujudnya kemakmuran rakyat.

Nah, dalam hal ini tanggung-jawab ada dipundak Pemerintahan SBY-Budiono selaku pemangku mandat dari rakyat. Dalam penyusunan kabinet misalnya, hendaknya benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat, bukan kepentingan golongan tertentu. Menteri yang menduduki kabinet harus benar-benar yang ahli dibidangnya. Sehingga kabinet yang terbentuk benar-benar profesional dan mampu mengelola sumbedaya bangsa (SDA dan SDM) secara optimal. (Atep Afia)

Senin, Mei 11, 2009

PELUANG POROS TENGAH DAN KERISAUAN KUBU PDIP

Masa pendaftaran Capres/Cawapres telah dimulai. Namun baru satu pasangan yang telah dideklarasikan secara resmi, Jusuf Kalla-Wiranto. Peluang pasangan ini dalam Pilpres 2009, menurut hitungan di atas kertas tidak sebesar SBY dan Cawapresnya. Tapi bagaimanapun, kita harus menghargai semangat pasangan ini, sehingga Pilpres bakal terhindar dari calon tunggal. Nggak rame kalo hanya SBY dan Cawapres-nya yang mencalonkan diri. Pesaingnya hanya Golput. Trus kalo Golput yang menang gimana ? Khan gawat, negeri berpenduduk terbesar keempat di dunia tak memiliki pemerintahan yang sah. Trus gimana kalo militer yang ambil alih. Trus gimana...., trus gimana.... Itulah manusia, yang selalu khawatir dan risau.

Kerisauan Kubu PDIP

Nah ini dia. Kubu PDIP sekarang lagi dilanda kekhawatiran bin kerisauan. Apa penyebabnya ? Ternyata yang merapat ke kubu SBY (Partai demokrat) adalah partai-partai berhaluan kanan (PKS, PAN, PPP dan PKB). PDIP, terutama Om Taufik Kemas yang paling risau dengan fenomena ini. Maka munculah ...trus gimana, kalau pemerintahan yang terbentuk nanti condong ke kanan. Bagaimanapun gabungan suara partai kanan (24-25 %) melebihi suara yang diraih Demokrat (20 - 21 %). Maka Om Taufik pun berani berbeda pendapat dengan Tante Mega. Kalau Tante Mega keukeuh ingin mencalonkan diri sebagai Capres. Maka Om Taufik berkilah "untuk kepentingan dan masa depan bangsa", PDIP perlu merapat dengan Demokrat. Tentu saja supaya pengaruh "Partai Kanan" menjadi berkurang dalam koalisi dengan Demokrat. Tante Mega pun agak pusing dengan sikap Om Bowo (Prabowo), yang keukeuh juga mau jadi Capres. Padahal Tante Mega sangat berharap, Om Bowo mau jadi Cawapresnya.

Peluang Poros Tengah

Memang seiring dengan pertambahan usia, tampaknya "kecerdikan" Amien Rais agak berkurang dalam hingar-bingar Pemilu 2009 ini. Jauh-jauh hari Om Amein sudah menginstruksikan "pasukannya" untuk merapat ke kubu SBY. Orang Bandung mungkin akan berkomentar.."Haaaarrr, naha kunaon eta Jang Amien, eh Mang Amien, tidak sehebat tahun 1999.." Atau mungkin Om Amien sudah tidak mengingat konsep "Poros Tengah" yang digagasnya, ketika meng-goal-kan Gusdur jadi Presiden. Om Amien seharusnya kembali membangkitkan "Poros Tengah", yang gabungan suaranya mencapai 24-25 %. Gabungan PKS, PAN, PPP dan PKB sangat layak untuk mengusung Capres-Cawapres-nya sendiri. Lalu siapa Capres-Cawapresnya. Nah, Ini Dia. Belajar dunk sama kasus Pilkada Jawa Barat. Cari orang ngetop seperti Dede Yusuf, yang berhasil "mendongkrak" suara Ahmad Heriawan, sehingga tampil memenangkan Pilkada. Tak tanggung-tanggung, nama beken seperti Agum Gumelar dan Dani Setiawan (Gubernur sebelumnya), berhasil ditumbangkan. Lantas, pasangan mana dunk yang layak diusung "Poros Tengah".

Langsung tunjuk orang-nya saja :
> Capres : Hidayat Nur Wahid
> Cawapres : Dedi Mizwar

Bagaimana peluangnya ? Ada "kemungkinan" mirip dengan kemenangan Ahmad Heriawan - Dede Yusuf dalam Pilkada Jabar. Namun dengan adanya sedikitnya empat pasangan Capres-Cawapres ini, peta politik nasional menjadi semakin dinamis. Dengan komposisi :

1. SBY & Budiiono/ Hata Rajasa/ Puan Maharani (Demokrat & PDIP)
2. JK & Wiranto (Golkar & Hanura)
3. HNW & Dedi Mizwar (PKS, PAN, PPP & PKB)
4. Prabowo & Rizal Ramli (Gerindra & Partai-partai kecil)

diperkirakan akan bersaing secara ketat, dan membuat Pilpres 2009 menjadi sangat menarik. Pasangan manakah yang menurut Anda paling sesuai untuk memimpin negeri ini antara 2009 - 2014 ? ((Atep Afia)

Rabu, April 08, 2009

PREDIKSI HASIL PEMILU 2009

Kayak pengamat politik aje.. hehehe. Gpp tau, siapa tehe prediksi-nya mendekati atau akurat. Kalo meleset ? Gpp juga, khan akyu bukan Sarjana Ilmu Politik.. hehehe dan akyu bukan politisi. Akyu hanya manusia biasa .. heheheh (maaf gaya bahasanya, abiz keseringan mesbuk..).

Besok sekitar pukul 15 sudah ada hasil perhitungan cepat oleh lembaga-lembaga survei. Nah, kite lebih canggih lagee, sehari sebelumnya kita keluarkan angka-angka perkiraan. Maaf, ini bukan ramalan. Ini hanyalah kalkulasi awal, mengacu pada data dan informasi yang bertaburan.

Jadi gimana dunk, prediksi besok. Persib menang 2-0 lawan Persija. Eh, maaf yang kita bahas bukan Liga Super, tapi Pemilu 2009. Inilah prediksi-nya. Eng-ing-eng...................

# Kemungkinan tidak ada Parpol yang meraih suara di atas 20 persen.

# Ada beberapa Parpol yang akan memperoleh suara di atas 10 persen, tetapi di bawah 20 persen.

> Yang "sangat berpeluang": Golkar, Demokrat, PDIP, PPP dan PKS.

> Yang "sedikit berpeluang" : PAN, Hanura dan Gerindra.

> Parpol peserta Pemilu 2009 lainnya, diprediksi "maksimum" hanya meraih 5 persen suara.

# Lalu siapa yang menempati peringkat 1. Nah, ini sulit diprediksi, mengingat kehadiran Hanura dan Gerindra sebagai pendatang baru, secara langsung akan menggoyahkan posisi Demokrat, Golkar dan PDIP.

# Demokrat, Golkar, PDIP, Hanura dan Gerindra akan berebut dukungan kaum nasionalis. Akan terjadi kompetisi yang seru di antara kelima Parpol nasionalis ini.

# Demokrat lebih diperhitungkan, mengingat kehadiran sosok Presiden SBY dan iklan di media (terutama televisi) yang begitu gencar.

# Golkar juga bakal menguat, meskipun dilanda masalah perpecahan tokoh (Akbar Tanjung, Sultan tidak kompak dengan JK), namun keberadaan JK yang lincah dan populer bisa mendongkrak posisi Golkar. Faktor iklan di media juga akan memberikan kontribusi yang nyata bagi perolehan suara Golkar.

# PDIP sulit diunggulkan, mengingat ada perpecahan internal, yaitu dengan hengkangnya beberapa tokoh yang membentuk PDP. Faktor Megawati tampaknya daya tariknya tidak secemerlang Pemilu sebelumnya.

# Gerindra dan Hanura, dua Parpol yang dibentuk mantan Jenderal ini, diduga bakal menjadi pendatang baru yang cemerlang. Tapi belum sehebat tiga Parpol nasionalis pendahulunya. Khusus Gerinda kemungkinan akan mendapat limpahan pendukung PKB, mengingat secara terang-terangan Gusdur mendukung Prabowo sebagai Capres.

# Jadi untuk Parpol nasionalis, peringkatnya 1 dan 2. Golkar atau Demokrat, 2. PDIP, 3. Gerindra, 4. Hanura.

# Untuk Parpol yang berideologi Islam, yaitu PKS dan PPP diprediksi akan memperoleh "rapor" yang lebih baik dari Pemilu 2004.

# PKS makin menguat, mengingat mesin partai atau manajemen partai bekerja dengan baik. Iklan di media juga cukup menarik dan gencar. Keberhasilan PKS mendudukan kadernya di propinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat, menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan adanya kompetisi yang menguat di antara lima Parpol nasionalis, maka ada peluang bagi PKS untuk menyodok di ranking 1 perolehan suara Pemilu 2009.

# PPP akan memperoleh hasil yang lebih baik, mengingat banyak tokoh yang pulang kandang, antara lain Zaenudin MZ dan Rhoma Irama. Begitu pula sebagian masa PKB akan pulang kandang, bergabung lagi dengan PPP. Namun lampu hijau dari petinggi PPP untuk mendukung Megawati sebagai Capres akan menjadi bumerang. Sebab, sebagian arus bawah PPP tidak menyukai hal ini.

# Untuk Parpol berhaluan nasionalis-Islam seperti PAN dan PKB, Pemilu 2009 tampaknya bakal menjadi ujian yang berat.

# Sepeninggal Amien Rais sebagai Ketua Umum, jelas PAN mengalami penurunan famour. Bagaimanapun PAN identik dengan Amien Rais. Adapun ketua umum yang sekarang, Seotrisno Bachir, reputasinya jauh di belakang Amien Rais sebagai tokoh reformasi. Hengkangnya tokoh muda dengan membentuk PMB yang dengan jelas mencitra-kan sebagai partai-nya orang Muhamadiyah, jelas akan mengkeroposkan PAN. Adapun strategi merekrut selebriti nasional untuk menjadi Caleg dari PAN, hanya sedikit memperbaiki performa PAN.

# Perpecahan di tubuh PKB antara Gusdur dengan Muhaimin Iskandar, jelas berdampak serius terhadap perolehan suara PKB dalam Pemilu 2009. Gejalanya dapat dilihat dari Pilkada Jawa Timur, ketika Cagub dari PKB hanya memperoleh sedikit dukungan warga Jatim yang mayoritas kaum Nahdiyin. Gusdur marah, PKB melemah. Maka dalam Pemilu 2009, PKB akan sulit mendapat 10 persen suara.

# Nah itulah prediksi amatiran hasil Pemilu 2009 .... (ATEP AFIA)

Selasa, Februari 10, 2009

PERSAINGAN 4 MANTAN JENDERAL DALAM PEMILU 2009

Pemilu 2009 tinggal beberapa bulan lagi. Aroma persaingannya sudah sangat terasa. Mulai dari bertaburannya atribut Parpol di sudut-sudut kota sampai pedesaan. Begitu pula manuver politik kerap bermunculan di media cetak dan elektronik. Selain dalam rangka pemilihan anggota DPRD, DPD dan DPR, Pemilu 2009 juga akan memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014. Banyak tokoh yang mencalonkan diri secara terang-terangan, ada juga yang masih malu-malu kucing. Ada yang menunda pencalonan, dengan alasan terlebih dahulu mengetahui perolehan suara legislatif.

Beberapa ketentuan mengenai pemilihan Presiden dan Wapres, antara lain : pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2009. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Apabila tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Dari sekian banyak calon Presiden yang muncul, ternyata empat di antaranya adalah mantan Jenderal TNI. Mereka itu adalah :

Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 59 tahun) adalah pensiunan jenderal militer Indonesia dan Presiden Indonesia ke-6 yang terpilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat pertama kali. Yudhoyono menang dalam pemilu presiden September 2004 melalui dua tahapan pemilu presiden atas kandidat Presiden Megawati Sukarnoputri. Ia mulai menjabat pada 20 Oktober 2004 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Dalam Pemilu 2009, SBY tampil dengan Partai Demokrat.

Wiranto (lahir di Solo, Jawa Tengah, 4 April 1947; umur 61 tahun adalah seorang politikus Indonesia dan tokoh militer Indonesia. Wiranto menjabat Panglima TNI periode 1998-1999. Ayahnya, RS Wirowijoto adalah seorang guru sekolah dasar, dan ibunya bernama Suwarsijah. Pada usia sebulan, Wiranto dibawa pindah oleh orang tuanya ke Surakarta akibat agresi Belanda yang menyerang kota Yogyakarta. Di Surakarta inilah ia kemudian bersekolah hingga menamatkan Sekolah Menengah Pertama. Dalam Pemilu 2009, Wiranto diusung Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 57 tahun) adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).

Letjen TNI (Purn.) Dr. (HC) H. Sutiyoso (lahir di Semarang, 6 Desember 1944; umur 64 tahun) adalah seorang politikus dan mantan tokoh militer Indonesia berbintang tiga. Ia adalah Gubernur Jakarta selama dua periode, mulai 6 Oktober 1997 hingga 7 Oktober 2007,saat ia digantikan Fauzi Bowo, wakilnya, yang memenangi Pilkada DKI 2007. Sebagai gubernur, Sutoyoso adalah tokoh yang cukup menarik. Sepanjang dua periode menjadi gubernur, ia sering mengundang kontroversi ketika menggulirkan kebijakan. Kritikan terhadap proyek angkutan umum busway, proyek pemagaran taman di kawasan Monas Jakarta Pusat, dan sejumlah proyek lainnya. Pada 1 Oktober 2007, ia mengumumkan bahwa dirinya akan maju sebagai calon presiden Indonesia pada Pemilu Presiden 2009.

Keempat mantan Jenderal TNI tersebut memang telah memiliki sederet pengalaman yang mumpuni. Tetapi belum tentu satu di antaranya terpilih menjadi Presiden, mereka pun harus bersaing dengan Capres dari kalangan sipil seperti :Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng, Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, Gubernur Yogyakarta Hamengkubuwono X, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Sumber Data :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_Umum_Presiden_dan_Wakil_Presiden_Indonesia_2009

Senin, Januari 26, 2009

MENJELANG PEMILU 2009

Dalam bulan April 2009, salah satu pesta demokrasi terbesar di dunia, akan diselenggarakan di Indonesia. Pemilu 2009 akan memilih anggota DPRD, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, untuk masa jabatan 2009-2014. Gegap gempita menyambut pesta demokrasi tersebut, sudah terasa sejak beberapa bulan terakhir. Dalam hal ini beberapa hal patut digaris-bawahi:

1. Jumlah partai yang mencapai 38, jelas terlalu banyak. Sulit dihasilkan sebuah partai yang memenangkan suara 50 + 1 persen. Diperkirakan, suara 20 persen pun bakal sulit diraih. Dengan demikian, fenomena tahun 2004 akan terulang lagi. Di mana pemerintahan yang terbentuk berdasarkan koalisi yang rapuh. Jumlah partai yang sedemikian banyak itu perlu ditinjau ulang, mengingat di negara yang dianggap biangnya demokrasi saja, hanya diikuti 2 partai. Sudah pasti secara logika pun akan muncul partai pemenang Pemilu dengan raihan suara di atas 50 persen. Dengan dukungan mayoritas parlemen (legislatif), maka pemerintahan (eksekutif) yang terbentuk akan menjadi kuat. Berbagai kebijakan pemerintah akan berjalan dengan lancar, tanpa hambatan di parlemen.

2. Fenomena Golput menjadi sulit dihindari. Dengan makin banyaknya partai, bukan menjadi daya tarik bagi rakyat. Justru rakyat menjadi bingung dan makin skeptis. Apalagi mengingat mayoritas rakyat tingkat pendidikannya rendah. Bisa diduga, angka Golput akan mencapai lebih dari 30 persen. Artinya, puluhan juta rakyat tidak akan menggunakan hak pilihnya, terutama karena tidak ada ketertarikan dengan kinerja dan penampilan Parpol.

3. Kompetisi antar Parpol, terutama dalam kampanye menggunakan media, terutama media televisi, makin tidak sehat. Perhatikan, bagaimana kontradiktifnya iklan yang ditayangkan PDIP dengan Partai Demokrat. Jelas hal tersebut menjadi pendidikan politik yang buruk bagi rakyat. Rakyat jadi bingung, sehingga muncul pertanyaan, "siapa yang ngibul ?"

Apapun yang terjadi. Kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dipertahankan. Rakyat dan Negara membutuhkan pengelola yang baik, yaitu Pemerintah yang bersih, berani dan berwibawa. Berbagai persoalan bangsa dan negara perlu di atasi oleh Pemerintah mendatang. Rakyat akan memberikan mandat kepada kelompok tertentu untuk berkuasa. Hendaknya amanah yang diberikan ini dijalankan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai rakyat justru makin apatis. Kalau terjadi hal yang demikian, lantas siapa lagi yang sanggup mengelola Negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia ini ? (Atep Afia)

Selasa, Desember 09, 2008

INTERNET DAN KEMENANGAN OBAMA


Di penghujung tahun 2008 ini muncul berita dunia yang spektakuler, kemenangan Barack Obama. Jika sebelumnya Obama dikenal sebagai senator keturunan Afrika yang paling populer dalam sejarah Amerika Serikat, maka kini Obama menjadi Presiden AS ke 44. Obama sudah bekerja keras, merintis karir politik dari bawah, hingga pada 20 Januari 2009 nanti, akan dilantik sebagai Presiden AS periode 2009-2012. Naiknya Obama sebagai orang AS nomor 1, paling tidak turut mengangkat nama Indonesia. Dalam catatan kehidupannya, Obama pernah menempuh pendidikan SD di Jakarta. Selain itu, Obama memiliki adik tiri, keturunan Indonesia, Maya Soetoro.


Kemenangan Obama tidak terlepas dari pemanfaatan internet, baik sebelum maupun setelah mencalonkan diri jadi Presiden. Tak heran muncul ungkapan The Era of Internet Presidency, karena Obama begitu intensif memanfaatkan Web 2.0 dan Social Networking sebagai media kampanye. Obama memiliki situs www.barackobama.com yang dilengkapi my.barackobama.com. Di myBO, pendukung Obama memberikan kontribusi maksimal sesuai dengan profesi masing-masing. Untuk mengkonsolidasikan beragam potensi Amerika, kini Obama dan tim-nya menggunakan situs www.Change.gov.


Untuk mengembangkan Social Networking, Obama memanfaatkan situs-situs Facebook, My Space, Linkedin, You Tobe, Friendster, hingga Twitter. Melalui berbagai situs internet, tim kampanye Obama berhasil menghimpun 3 juta donor, yang menyumbang sekitar 650 juta dollar AS. Jangan heran jika sobat Obama di Facebook mencapai 1,7 juta orang, banyak juga orang Indonesia yang tercatat sebagai sobat Obama. Masih belum cukup, melalui You Tobe, Obama menampilkan video musik Yes We Can, yang berhasil di klik puluhan juta orang.


Itulah Barack Obama yang begitu melek teknologi informasi, dan sangat pandai memanfaatkan setiap celah untuk "memasarkan" diri, visi, misi dan programnya. Mimpi Obama pun jadi kenyataan. Anda punya mimpi yang besar di era perubahan yang begitu pesat ini ? Tak ada pilihan lain, lebih akrab dengan internet. Manfaatkan dan nikmati ! (Atep Afia, dari berbagai sumber).


Sumber Gambar:


Senin, Desember 08, 2008

SALAM PALING HEBAT DI DUNIA


Belakangan banyak tokoh di negeri ini mencari-cari bentuk salam yang khas. Tak kurang dari Adnan Buyung Nasution, pengacara ternama, mempopulerkan "Salam Kasih". Beliau keberatan dengan "Salam Sejahtera", yang menurutnya hanya ditujukan bagi orang-orang yang sejahtera. Ada lagi Mario Teguh, yang membawakan acara motivasi di Metro TV, muncul dengan "Salam Super". Entah apa maksudnya dan kemana arahnya, mungkin semua orang harus jadi "Super Man".

Padahal, sebenarnya nggak usah repot-repot cari salam ke sana ke mari. Sudah ada salam terindah. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh. Semoga keselamatan, kasih sayang dan berkah dilimpahkan kepadamu.

Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Assalamu_alaikum, disebutkan : Assalamu alaikum (السلام عليكم as-salāmu `alaykum) merupakan salam dalam Bahasa Arab, dan digunakan oleh kultur Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia.

Untuk yang mengucapkan salam, hukumnya adalah Sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Kesimpulannya bahwa Salam berarti:

1. Mengingat (dzikr) Allah SWT,
2. Pengingat diri,
3. Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim,
4. Doa yang istimewa,
5. Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’

Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:

1. Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.
2. Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.
3. Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.
4. Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.
5. Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).
6. Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.


Pengecualian kewajiban menjawab salam:

1. Ketika sedang sholat. Membalas ucapan salam ketika sholat membatalkan sholatnya.
2. Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.
3. Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.

Dengan demikian, tak perlu mencari-cari salam yang tidak karuan, seperti Salam Olah Raga, Salam Sayang, atau salam-salam lainnya. Cukup dengan Salam terhebat yang diajarkan Rasulullah SAW. Coba Anda cari ke seluruh pelosok dunia, adakah salam yang lebih indah dan lebih hebat ? Nah, semoga bermanfaat ......
Sumber Gambar:

LAKUKAN APA YANG ANDA TAKUTKAN


Ada beberapa ungkapan menarik yang saya peroleh dari buku "Fight Like a Tiger Win Like a Champion" (Imam Munandar & ....):

"Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda takuti"

"Apa yang Anda takutkan untuk dikerjakan adalah indikator yang jelas mengenai apa yang harus Anda kerjakan berikutnya"

"Keberanian bukanlah tanpa ketidakhadiran ketakutan, tetapi lebih merupakan suatu keputusan bahwa ada yang lebih penting dari ketakutan itu sendiri"

Ketakutan itu hal yang biasa, baik "ketakutan semu" atau "ketakutan obyektif". Ketakutan semu artinya takut dengan hal-hal yang sebenarnya sama sekali tidak menakutkan. Ada orang dewasa lari terbirit-birit, begitu ketakutan, karena ada sehelai bulu ayam terbang menghampirinya. Ada juga pria dewasa yang tak kurang suatu apapun, takut dengan gadis cantik. Banyak juga mahasiswa yang takut dengan dosen, atau sebaliknya (?)
Kalau ketakutan obyektif memang merupakan ketakutan yang wajar. Misalnya takut diterkam harimau ketika saling berhadapan. Takut terbakar ketika berdiri di lokasi kebakaran. Nah, Anda takut apa ? Coba dekati hal-hal yang anda takutkan itu (Pdkt dengan yang ditakuti...). Lakukanlah apa yang anda takutkan ! Lantas, apa yang anda rasakan ????? Semoga bermanfaat.....

Sumber Gambar:




ARTI CINTA YANG TULUS


Membaca tulisan ini mohon dengan hati nurani, dengan kesadaran yang terdalam. Insya Allah ada manfaatnya. Dalam khutbah Jumat, 6 Juni 2008, dengan khotib Ust. Edifrizal Darma, seorang dosen di FTSP Universitas Mercu Buana, disinggung mengenai kehidupan penyanyi kondang Gito Rolies (alm), yang diujung hayatnya ternyata dalam keadaan baik.
Saya jadi teringat sebuah lagunya, yang syair-nya kira-kira begini (bagi yang paham, anda boleh ikut menyanyikannya, cukup di dalam hati....)

Cinta yang tulus di dalam hatiku....
Telah bersemi karena-mu.....
Hati yang suram kini tiada lagi....
Telah bersinar karena-mu ......

Semua yang ada pada-mu.....
Oooo membuat diriku tiada berdaya .....
Hanyalah bagi-mu hanyalah untuk-mu seluruh hidup dan cintaku.....

Biarkan hujan membasahi bumi....
Atau bulan yang tiada berseri....
Namun jangan kau biarkan cintaku....
Yang tulus suci hanya pada-mu......

Nah, bagaimana kalau kita ubah sedikit syair-nya, menjadi seperti berikut :

Cinta yang tulus di dalam hatiku....
Telah bersemi karena-Mu.....
Hati yang suram kini tiada lagi....
Telah bersinar karena-Mu ......

Semua yang ada pada-Mu.....
Oooo membuat diriku tiada berdaya .....
Hanyalah bagi-Mu hanyalah untuk-Mu seluruh hidup dan cintaku.....

Biarkan bulan membasahi bumi....
Atau bulan yang tiada berseri....
Namun jangan kau biarkan cintaku....
Yang tulus suci hanya pada-Mu......

Jadi yang berubah itu hanya penulisan "mu" menjadi "Mu". Ya, memang cinta yang tulus itu hanya pada Allah SWT, Tuhan pencipta semesta alam. Begitu juga yang dialami Gito Rolies, jika di usia mudanya, seluruh cintanya hanya pada-mu, bisa harta, tahta, wanita, keluarga atau populeritas, tetapi diujung hayatnya seluruh cinta, hidup dan matinya, semata-mata hanya pada-Mu, karena dan untuk Allah SWT. Itulah arti cinta yang tulus......
Sumber Gambar :

SENYUM MANIS KORUPTOR JERIT TANGIS MALING AYAM


Ada persamaan antara koruptor dengan maling ayam, dua-duanya ya pencuri, orang yang mengambil apa yang bukan haknya. Tetapi di negeri yang berperikemanusiaan dan berperikeadilan ini perlakuan terhadap koruptor dengan maling ayang jauh berbeda, antara bumi dan langit.

Kita sering menyaksikan secara langsung atau melalui televisi, maling ayam atau maling kelas teri lainnya yang tertangkap basah, badannya penuh luka, kepalanya bocor, akibat penyiksaan yang dilakukan sekelompok orang. Itu belum masuk kantor polisi, setelah di sana tak tahu apa yang terjadi. Jerit tangis maling ayam seolah menjadi tangis penuh kepalsuan, padahal mereka "berjuang" demi menyambung hidup.

Di sisi lain, ketika koruptor tertangkap tangan, mereka masih mencoba menjaga citra dirinya, seolah orang tanpa dosa, bahkan berperilaku seperti bayi yang masih suci. Ketika persidangan berlangsung senyum manis dan tebar pesona masih terus dipertahankan, seolah apa yang dilakukannya wajar dan tidak merugikan siapapun. Sungguh timpang antara senyum manis sang koruptor dengan jerit tangis sang maling ayam. Padahal kalau harga satu ekor ayam yang dicuri Rp. 50.000, mungkin uang yang disikat sang koruptor bisa setara dengan 100 ribu sampai satu juta ekor ayam, bahkan lebih.

Sangat pantas jika perlakuan terhadap koruptor diperberat, mungkin kalau di Cina di hukum gantung, di Jepang dengan sukarela bunuh diri, di Arab dipotong tangannya, nah di Indonesia harus diapakan ya ????

Sumber Gambar:

www.kabupatencianjur.wordpress.com



SISA NAFAS KITA


Alhamdulillah....... Pagi ini kita masih ada nafasnya. Masih segar. Oksigen masih mengisi pori-pori paru-paru kita. Karbon-dioksida pun masih dapat kita keluarkan, dengan teratur. Aliran darah yang dipenuhi oksigen pun masih mengalir lancar, menuju otak, jantung, paru-paru, ginjal dan seluruh organ tubuh kita.

Persoalannya, sampai kapan kondisi tersebut bisa bertahan. Sebab, bagaikan pulsa untuk berkirim SMS, MMS atau bertelpon-ria, suatu saat nafas itupun akan habis. Bedanya, pulsa dapat diisi ulang, sedangkan nafas tidak.

Nah, sebelum kita melanjukan aktivitas pagi ini, ada baiknya menyimak lirik lagu yang cukup baik dari Group Band Ungu ini :

"Dengan Nafasmu"

Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum Kau memanggilku kembali pada-Mu, menutup waktuku
Izinkan ku serukan nama-Mu
Sebelum nyawa dalam tubuhku Kau ambil, kembali pada-MU
Karna ku tahu, hanyalah pada diri-Mu
Tempatku mengadu, tempatku mengeluh
Di dalam do’aku

Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintah-Mu,
menjauhi segala larangan-Mu adalah sebaris do’a ku pada-Mu

Semoga bermanfaat..........

Sumber Gambar :

ADA APA DENGAN UBAN ?

Uban adalah rambut berwarna putih yang tiba-tiba nemplok di kepala. Mula-mula satu, jadi dua, jadi sepuluh akhirnya menjadi mayoritas rambut. Ada beragam sikap terhadap uban, mulai dari yang panik setengah mati. Tak heran jika satu uban nonghol langsung dicabut. Ada juga yang menutupi uban dengan cat rambut. Sehingga kesannya tetap awet muda.


Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi uban ? Kata anak muda, enjoy aja lagi.. Ya, tepat, ketika dihampiri uban sebaiknya nggak usah panik. Biarkan saja apa adanya. Sebab Rasulullah SAW bersabda : "Jangan kalian cabut uban. Karena uban adalah cahaya Islam. Tidaklah seorang muslim yang memiliki uban meski hanya satu helai, kecuali pastilah kelak ia memiliki cahaya dari uban tersebut pada hari kiamat" (Hadits Shahih) Menyangkut pewarnaan uban, Rasulullah SAW bersabda: "Rubahlah warna itu (putih) dengan warna lain, dan jauhilah warna hitam" Nah, ini donk.

Apakah anda pengikut setia Rasulullah SAW ?
1. Jadi jangan pernah kau mencabut ubanmu..
2. Pada hari kiamat uban akan bercahaya..
3. Kalau mau dicat, jangan gunakan warna hitam.

Warna selain hitam, semuanya diperbolehkan. Jadi bisa saja anda mengecat rambutnya dengan warna kuning keemasan, pink atau biru.

AWAS SELINGKUH DI DUNIA MAYA !


Nah ini dia. "Selingkuh di Dunia Maya" atau SDM. Berkat kemajuan teknologi informasi (IT), interaksi antar orang kini semakin intensif. Sebagian memang dalam interaksi yang positif, seperti bisnis, silaturahim, kerjasama, dll. Namun sebagian lainnya, justru termasuk katagori interaksi yang negatif, termasuk selingkuh. Definisi selingkuh sendiri sampai sekarang belum jelas.

Mungkin para psikolog Psikolog, bisa memberikan definisi yang jelas. Namun pengertian awam, selingkuh itu adalah "interaksi spesial" antar seorang pria dengan wanita, yang satu atau keduanya sudah memiliki pasangan hidup. Ada seorang suami yang berselingkuh dengan istri orang lain. Ada seorang suami berselingkuh dengan wanita lajang. Ada juga seorang istri yang berselingkuh dengan pria lajang.

Nah, dengan kemajuan IT, maka selingkuh kini tidak hanya dilakukan di dunia nyata, tetapi melalui dunia maya dengan beragam fasilitas teknologi seperti SMS, e-mail, telpon, chating dengan atau tanpa web-cam. Ada yang spesialis berselingkuh di dunia maya, ada juga yang mengkombinasikan keduanya, di dunia nyata iya, di dunia maya juga.

Perhatikan di tempat-tempat tertentu, seperti pinggir jalan, bawah pohon, pinggir kali atau danau, di pelataran kantor, tempat parkir, dll. Seseorang, baik pria atau wanita cengar-cengir sendiri, asyik ber-SMS-ria atau ber-telpon-ria. Bisa diduga, 40-50 persen di antaranya sedang menikmati SDM Bahaya SDM tentu tidak sedikit. Karena tetap memalingkan hati dari pasangan resmi.

Kalau ditinjau dari hukum agama, tentu termasuk dosa. Bisa saja dikatagorikan "mendekati jina". Dalam hal ini perlu pendapat dari para Ustadz, ditunggu fatwa-nya.... Nah lho, bagaimana pendapat anda ???? Atau mungkin ........
Sumber Gambar :

KECERDASAN AKHERAT


Shalat Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1429, bertepatan dengan hari Sabtu, 8 Desember 2008. Masjid Al Muhajirin, Komplek Sekneg, Pinang, Kota Tangerang, dipadati jama'ah, sampai membludak ke jalan sekitar masjid. Perintah shalat Idul Adha sifatnya sunah, bukan wajib. Yang wajib justru shalat lima waktu, mulai dari Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Segala sesuatu yang sifatnya wajib tentu mendapat 'nilai' atau 'pahala' yang jauh lebih besar dari Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta, dibandingkan dengan yang sunnah.


Persoalannya, kenapa jamaah Shalat Shubuh di Masjid Al Muhajirin atau masjid manapun hanya sedikit, jarang yang melebihi 2 baris. Lantas, kenapa jamaah Shalat Idul Adha atau Idul Fitri begitu membludak. Fenomena ini menunjukkan, bahwa sebagian besar umat belum memiliki 'kecerdasan akherat'. Sebagaimana diketahui, akherat adalah ujung perjalanan umat manusia, setelah sebelumnya melewati alam rahim, alam dunia dan alam kubur. Akherat itu kekal abdi, tidak berujung. Bagaimana kondisi kehidupan seseorang di akherat, sepenuhnya tergantung pada 'nilai' yang diperoleh selama menjalani kehidupan di dunia. Kewajiban manusia di dunia ialah beribadah kepada Allah SWT. Seluruh perasaan, pikiran, ucapan dan tindakannya hanya semata untuk Allah SWT, bukan untuk yang lainnya.


Pikiran atau nurani manusia seringkali terbuai, bahkan buta terhadap kehidupan akherat. Dalam kesadaran sesaatnya, kehidupan itu hanya berlangsung di dunia. Setelah itu, mati, ya habis perkara. Ada juga yang memiliki 'kesadaran' terhadap akherat, tetapi sering dipendam atau ditutupi oleh beragam kesibukan duniawi.

Sebagai penutup, simaklah lirik lagu "Keagungan Tuhan" yang sempat dipopulerkan Group Band Gigi dari Bandung berikut :



"Keagungan Tuhan"

Insyaflah wahai manusia
Jika diri mu bernoda
Dunia hanya naungan
'Tuk makhluk ciptaan tuhan

Dengan tiada terduga
Dunia ini kan binasa
Kita kembali ke asalnya
Menghadap tuhan yang esa

Dialah pengasih dan penyayang
Kepada semua insan
Janganlah ragu atau bimbang
Pada keagungan tuhan

Betapa maha besarnya
Kuasa segala semesta

Siapa selalu mengabdi
Berbakti pada Ilahi
Sentosa selama-lamanya
Di dunia dan akhir masa