Senin, Mei 11, 2009

PELUANG POROS TENGAH DAN KERISAUAN KUBU PDIP

Masa pendaftaran Capres/Cawapres telah dimulai. Namun baru satu pasangan yang telah dideklarasikan secara resmi, Jusuf Kalla-Wiranto. Peluang pasangan ini dalam Pilpres 2009, menurut hitungan di atas kertas tidak sebesar SBY dan Cawapresnya. Tapi bagaimanapun, kita harus menghargai semangat pasangan ini, sehingga Pilpres bakal terhindar dari calon tunggal. Nggak rame kalo hanya SBY dan Cawapres-nya yang mencalonkan diri. Pesaingnya hanya Golput. Trus kalo Golput yang menang gimana ? Khan gawat, negeri berpenduduk terbesar keempat di dunia tak memiliki pemerintahan yang sah. Trus gimana kalo militer yang ambil alih. Trus gimana...., trus gimana.... Itulah manusia, yang selalu khawatir dan risau.

Kerisauan Kubu PDIP

Nah ini dia. Kubu PDIP sekarang lagi dilanda kekhawatiran bin kerisauan. Apa penyebabnya ? Ternyata yang merapat ke kubu SBY (Partai demokrat) adalah partai-partai berhaluan kanan (PKS, PAN, PPP dan PKB). PDIP, terutama Om Taufik Kemas yang paling risau dengan fenomena ini. Maka munculah ...trus gimana, kalau pemerintahan yang terbentuk nanti condong ke kanan. Bagaimanapun gabungan suara partai kanan (24-25 %) melebihi suara yang diraih Demokrat (20 - 21 %). Maka Om Taufik pun berani berbeda pendapat dengan Tante Mega. Kalau Tante Mega keukeuh ingin mencalonkan diri sebagai Capres. Maka Om Taufik berkilah "untuk kepentingan dan masa depan bangsa", PDIP perlu merapat dengan Demokrat. Tentu saja supaya pengaruh "Partai Kanan" menjadi berkurang dalam koalisi dengan Demokrat. Tante Mega pun agak pusing dengan sikap Om Bowo (Prabowo), yang keukeuh juga mau jadi Capres. Padahal Tante Mega sangat berharap, Om Bowo mau jadi Cawapresnya.

Peluang Poros Tengah

Memang seiring dengan pertambahan usia, tampaknya "kecerdikan" Amien Rais agak berkurang dalam hingar-bingar Pemilu 2009 ini. Jauh-jauh hari Om Amein sudah menginstruksikan "pasukannya" untuk merapat ke kubu SBY. Orang Bandung mungkin akan berkomentar.."Haaaarrr, naha kunaon eta Jang Amien, eh Mang Amien, tidak sehebat tahun 1999.." Atau mungkin Om Amien sudah tidak mengingat konsep "Poros Tengah" yang digagasnya, ketika meng-goal-kan Gusdur jadi Presiden. Om Amien seharusnya kembali membangkitkan "Poros Tengah", yang gabungan suaranya mencapai 24-25 %. Gabungan PKS, PAN, PPP dan PKB sangat layak untuk mengusung Capres-Cawapres-nya sendiri. Lalu siapa Capres-Cawapresnya. Nah, Ini Dia. Belajar dunk sama kasus Pilkada Jawa Barat. Cari orang ngetop seperti Dede Yusuf, yang berhasil "mendongkrak" suara Ahmad Heriawan, sehingga tampil memenangkan Pilkada. Tak tanggung-tanggung, nama beken seperti Agum Gumelar dan Dani Setiawan (Gubernur sebelumnya), berhasil ditumbangkan. Lantas, pasangan mana dunk yang layak diusung "Poros Tengah".

Langsung tunjuk orang-nya saja :
> Capres : Hidayat Nur Wahid
> Cawapres : Dedi Mizwar

Bagaimana peluangnya ? Ada "kemungkinan" mirip dengan kemenangan Ahmad Heriawan - Dede Yusuf dalam Pilkada Jabar. Namun dengan adanya sedikitnya empat pasangan Capres-Cawapres ini, peta politik nasional menjadi semakin dinamis. Dengan komposisi :

1. SBY & Budiiono/ Hata Rajasa/ Puan Maharani (Demokrat & PDIP)
2. JK & Wiranto (Golkar & Hanura)
3. HNW & Dedi Mizwar (PKS, PAN, PPP & PKB)
4. Prabowo & Rizal Ramli (Gerindra & Partai-partai kecil)

diperkirakan akan bersaing secara ketat, dan membuat Pilpres 2009 menjadi sangat menarik. Pasangan manakah yang menurut Anda paling sesuai untuk memimpin negeri ini antara 2009 - 2014 ? ((Atep Afia)

Rabu, April 08, 2009

PREDIKSI HASIL PEMILU 2009

Kayak pengamat politik aje.. hehehe. Gpp tau, siapa tehe prediksi-nya mendekati atau akurat. Kalo meleset ? Gpp juga, khan akyu bukan Sarjana Ilmu Politik.. hehehe dan akyu bukan politisi. Akyu hanya manusia biasa .. heheheh (maaf gaya bahasanya, abiz keseringan mesbuk..).

Besok sekitar pukul 15 sudah ada hasil perhitungan cepat oleh lembaga-lembaga survei. Nah, kite lebih canggih lagee, sehari sebelumnya kita keluarkan angka-angka perkiraan. Maaf, ini bukan ramalan. Ini hanyalah kalkulasi awal, mengacu pada data dan informasi yang bertaburan.

Jadi gimana dunk, prediksi besok. Persib menang 2-0 lawan Persija. Eh, maaf yang kita bahas bukan Liga Super, tapi Pemilu 2009. Inilah prediksi-nya. Eng-ing-eng...................

# Kemungkinan tidak ada Parpol yang meraih suara di atas 20 persen.

# Ada beberapa Parpol yang akan memperoleh suara di atas 10 persen, tetapi di bawah 20 persen.

> Yang "sangat berpeluang": Golkar, Demokrat, PDIP, PPP dan PKS.

> Yang "sedikit berpeluang" : PAN, Hanura dan Gerindra.

> Parpol peserta Pemilu 2009 lainnya, diprediksi "maksimum" hanya meraih 5 persen suara.

# Lalu siapa yang menempati peringkat 1. Nah, ini sulit diprediksi, mengingat kehadiran Hanura dan Gerindra sebagai pendatang baru, secara langsung akan menggoyahkan posisi Demokrat, Golkar dan PDIP.

# Demokrat, Golkar, PDIP, Hanura dan Gerindra akan berebut dukungan kaum nasionalis. Akan terjadi kompetisi yang seru di antara kelima Parpol nasionalis ini.

# Demokrat lebih diperhitungkan, mengingat kehadiran sosok Presiden SBY dan iklan di media (terutama televisi) yang begitu gencar.

# Golkar juga bakal menguat, meskipun dilanda masalah perpecahan tokoh (Akbar Tanjung, Sultan tidak kompak dengan JK), namun keberadaan JK yang lincah dan populer bisa mendongkrak posisi Golkar. Faktor iklan di media juga akan memberikan kontribusi yang nyata bagi perolehan suara Golkar.

# PDIP sulit diunggulkan, mengingat ada perpecahan internal, yaitu dengan hengkangnya beberapa tokoh yang membentuk PDP. Faktor Megawati tampaknya daya tariknya tidak secemerlang Pemilu sebelumnya.

# Gerindra dan Hanura, dua Parpol yang dibentuk mantan Jenderal ini, diduga bakal menjadi pendatang baru yang cemerlang. Tapi belum sehebat tiga Parpol nasionalis pendahulunya. Khusus Gerinda kemungkinan akan mendapat limpahan pendukung PKB, mengingat secara terang-terangan Gusdur mendukung Prabowo sebagai Capres.

# Jadi untuk Parpol nasionalis, peringkatnya 1 dan 2. Golkar atau Demokrat, 2. PDIP, 3. Gerindra, 4. Hanura.

# Untuk Parpol yang berideologi Islam, yaitu PKS dan PPP diprediksi akan memperoleh "rapor" yang lebih baik dari Pemilu 2004.

# PKS makin menguat, mengingat mesin partai atau manajemen partai bekerja dengan baik. Iklan di media juga cukup menarik dan gencar. Keberhasilan PKS mendudukan kadernya di propinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat, menjadi nilai tambah tersendiri. Dengan adanya kompetisi yang menguat di antara lima Parpol nasionalis, maka ada peluang bagi PKS untuk menyodok di ranking 1 perolehan suara Pemilu 2009.

# PPP akan memperoleh hasil yang lebih baik, mengingat banyak tokoh yang pulang kandang, antara lain Zaenudin MZ dan Rhoma Irama. Begitu pula sebagian masa PKB akan pulang kandang, bergabung lagi dengan PPP. Namun lampu hijau dari petinggi PPP untuk mendukung Megawati sebagai Capres akan menjadi bumerang. Sebab, sebagian arus bawah PPP tidak menyukai hal ini.

# Untuk Parpol berhaluan nasionalis-Islam seperti PAN dan PKB, Pemilu 2009 tampaknya bakal menjadi ujian yang berat.

# Sepeninggal Amien Rais sebagai Ketua Umum, jelas PAN mengalami penurunan famour. Bagaimanapun PAN identik dengan Amien Rais. Adapun ketua umum yang sekarang, Seotrisno Bachir, reputasinya jauh di belakang Amien Rais sebagai tokoh reformasi. Hengkangnya tokoh muda dengan membentuk PMB yang dengan jelas mencitra-kan sebagai partai-nya orang Muhamadiyah, jelas akan mengkeroposkan PAN. Adapun strategi merekrut selebriti nasional untuk menjadi Caleg dari PAN, hanya sedikit memperbaiki performa PAN.

# Perpecahan di tubuh PKB antara Gusdur dengan Muhaimin Iskandar, jelas berdampak serius terhadap perolehan suara PKB dalam Pemilu 2009. Gejalanya dapat dilihat dari Pilkada Jawa Timur, ketika Cagub dari PKB hanya memperoleh sedikit dukungan warga Jatim yang mayoritas kaum Nahdiyin. Gusdur marah, PKB melemah. Maka dalam Pemilu 2009, PKB akan sulit mendapat 10 persen suara.

# Nah itulah prediksi amatiran hasil Pemilu 2009 .... (ATEP AFIA)

Selasa, Februari 10, 2009

PERSAINGAN 4 MANTAN JENDERAL DALAM PEMILU 2009

Pemilu 2009 tinggal beberapa bulan lagi. Aroma persaingannya sudah sangat terasa. Mulai dari bertaburannya atribut Parpol di sudut-sudut kota sampai pedesaan. Begitu pula manuver politik kerap bermunculan di media cetak dan elektronik. Selain dalam rangka pemilihan anggota DPRD, DPD dan DPR, Pemilu 2009 juga akan memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2009-2014. Banyak tokoh yang mencalonkan diri secara terang-terangan, ada juga yang masih malu-malu kucing. Ada yang menunda pencalonan, dengan alasan terlebih dahulu mengetahui perolehan suara legislatif.

Beberapa ketentuan mengenai pemilihan Presiden dan Wapres, antara lain : pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat 2009. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Apabila tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Dari sekian banyak calon Presiden yang muncul, ternyata empat di antaranya adalah mantan Jenderal TNI. Mereka itu adalah :

Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 59 tahun) adalah pensiunan jenderal militer Indonesia dan Presiden Indonesia ke-6 yang terpilih dalam pemilihan umum secara langsung oleh rakyat pertama kali. Yudhoyono menang dalam pemilu presiden September 2004 melalui dua tahapan pemilu presiden atas kandidat Presiden Megawati Sukarnoputri. Ia mulai menjabat pada 20 Oktober 2004 bersama Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Dalam Pemilu 2009, SBY tampil dengan Partai Demokrat.

Wiranto (lahir di Solo, Jawa Tengah, 4 April 1947; umur 61 tahun adalah seorang politikus Indonesia dan tokoh militer Indonesia. Wiranto menjabat Panglima TNI periode 1998-1999. Ayahnya, RS Wirowijoto adalah seorang guru sekolah dasar, dan ibunya bernama Suwarsijah. Pada usia sebulan, Wiranto dibawa pindah oleh orang tuanya ke Surakarta akibat agresi Belanda yang menyerang kota Yogyakarta. Di Surakarta inilah ia kemudian bersekolah hingga menamatkan Sekolah Menengah Pertama. Dalam Pemilu 2009, Wiranto diusung Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 57 tahun) adalah mantan Danjen Kopassus dan menantu dari mantan Presiden Indonesia Soeharto. Prabowo adalah calon presiden dalam pemilu presiden Republik Indonesia 2009 dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).

Letjen TNI (Purn.) Dr. (HC) H. Sutiyoso (lahir di Semarang, 6 Desember 1944; umur 64 tahun) adalah seorang politikus dan mantan tokoh militer Indonesia berbintang tiga. Ia adalah Gubernur Jakarta selama dua periode, mulai 6 Oktober 1997 hingga 7 Oktober 2007,saat ia digantikan Fauzi Bowo, wakilnya, yang memenangi Pilkada DKI 2007. Sebagai gubernur, Sutoyoso adalah tokoh yang cukup menarik. Sepanjang dua periode menjadi gubernur, ia sering mengundang kontroversi ketika menggulirkan kebijakan. Kritikan terhadap proyek angkutan umum busway, proyek pemagaran taman di kawasan Monas Jakarta Pusat, dan sejumlah proyek lainnya. Pada 1 Oktober 2007, ia mengumumkan bahwa dirinya akan maju sebagai calon presiden Indonesia pada Pemilu Presiden 2009.

Keempat mantan Jenderal TNI tersebut memang telah memiliki sederet pengalaman yang mumpuni. Tetapi belum tentu satu di antaranya terpilih menjadi Presiden, mereka pun harus bersaing dengan Capres dari kalangan sipil seperti :Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Direktur Eksekutif Freedom Institute Rizal Mallarangeng, Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, Gubernur Yogyakarta Hamengkubuwono X, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Sumber Data :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemilihan_Umum_Presiden_dan_Wakil_Presiden_Indonesia_2009

Senin, Januari 26, 2009

MENJELANG PEMILU 2009

Dalam bulan April 2009, salah satu pesta demokrasi terbesar di dunia, akan diselenggarakan di Indonesia. Pemilu 2009 akan memilih anggota DPRD, DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, untuk masa jabatan 2009-2014. Gegap gempita menyambut pesta demokrasi tersebut, sudah terasa sejak beberapa bulan terakhir. Dalam hal ini beberapa hal patut digaris-bawahi:

1. Jumlah partai yang mencapai 38, jelas terlalu banyak. Sulit dihasilkan sebuah partai yang memenangkan suara 50 + 1 persen. Diperkirakan, suara 20 persen pun bakal sulit diraih. Dengan demikian, fenomena tahun 2004 akan terulang lagi. Di mana pemerintahan yang terbentuk berdasarkan koalisi yang rapuh. Jumlah partai yang sedemikian banyak itu perlu ditinjau ulang, mengingat di negara yang dianggap biangnya demokrasi saja, hanya diikuti 2 partai. Sudah pasti secara logika pun akan muncul partai pemenang Pemilu dengan raihan suara di atas 50 persen. Dengan dukungan mayoritas parlemen (legislatif), maka pemerintahan (eksekutif) yang terbentuk akan menjadi kuat. Berbagai kebijakan pemerintah akan berjalan dengan lancar, tanpa hambatan di parlemen.

2. Fenomena Golput menjadi sulit dihindari. Dengan makin banyaknya partai, bukan menjadi daya tarik bagi rakyat. Justru rakyat menjadi bingung dan makin skeptis. Apalagi mengingat mayoritas rakyat tingkat pendidikannya rendah. Bisa diduga, angka Golput akan mencapai lebih dari 30 persen. Artinya, puluhan juta rakyat tidak akan menggunakan hak pilihnya, terutama karena tidak ada ketertarikan dengan kinerja dan penampilan Parpol.

3. Kompetisi antar Parpol, terutama dalam kampanye menggunakan media, terutama media televisi, makin tidak sehat. Perhatikan, bagaimana kontradiktifnya iklan yang ditayangkan PDIP dengan Partai Demokrat. Jelas hal tersebut menjadi pendidikan politik yang buruk bagi rakyat. Rakyat jadi bingung, sehingga muncul pertanyaan, "siapa yang ngibul ?"

Apapun yang terjadi. Kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dipertahankan. Rakyat dan Negara membutuhkan pengelola yang baik, yaitu Pemerintah yang bersih, berani dan berwibawa. Berbagai persoalan bangsa dan negara perlu di atasi oleh Pemerintah mendatang. Rakyat akan memberikan mandat kepada kelompok tertentu untuk berkuasa. Hendaknya amanah yang diberikan ini dijalankan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai rakyat justru makin apatis. Kalau terjadi hal yang demikian, lantas siapa lagi yang sanggup mengelola Negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia ini ? (Atep Afia)

Selasa, Desember 09, 2008

INTERNET DAN KEMENANGAN OBAMA


Di penghujung tahun 2008 ini muncul berita dunia yang spektakuler, kemenangan Barack Obama. Jika sebelumnya Obama dikenal sebagai senator keturunan Afrika yang paling populer dalam sejarah Amerika Serikat, maka kini Obama menjadi Presiden AS ke 44. Obama sudah bekerja keras, merintis karir politik dari bawah, hingga pada 20 Januari 2009 nanti, akan dilantik sebagai Presiden AS periode 2009-2012. Naiknya Obama sebagai orang AS nomor 1, paling tidak turut mengangkat nama Indonesia. Dalam catatan kehidupannya, Obama pernah menempuh pendidikan SD di Jakarta. Selain itu, Obama memiliki adik tiri, keturunan Indonesia, Maya Soetoro.


Kemenangan Obama tidak terlepas dari pemanfaatan internet, baik sebelum maupun setelah mencalonkan diri jadi Presiden. Tak heran muncul ungkapan The Era of Internet Presidency, karena Obama begitu intensif memanfaatkan Web 2.0 dan Social Networking sebagai media kampanye. Obama memiliki situs www.barackobama.com yang dilengkapi my.barackobama.com. Di myBO, pendukung Obama memberikan kontribusi maksimal sesuai dengan profesi masing-masing. Untuk mengkonsolidasikan beragam potensi Amerika, kini Obama dan tim-nya menggunakan situs www.Change.gov.


Untuk mengembangkan Social Networking, Obama memanfaatkan situs-situs Facebook, My Space, Linkedin, You Tobe, Friendster, hingga Twitter. Melalui berbagai situs internet, tim kampanye Obama berhasil menghimpun 3 juta donor, yang menyumbang sekitar 650 juta dollar AS. Jangan heran jika sobat Obama di Facebook mencapai 1,7 juta orang, banyak juga orang Indonesia yang tercatat sebagai sobat Obama. Masih belum cukup, melalui You Tobe, Obama menampilkan video musik Yes We Can, yang berhasil di klik puluhan juta orang.


Itulah Barack Obama yang begitu melek teknologi informasi, dan sangat pandai memanfaatkan setiap celah untuk "memasarkan" diri, visi, misi dan programnya. Mimpi Obama pun jadi kenyataan. Anda punya mimpi yang besar di era perubahan yang begitu pesat ini ? Tak ada pilihan lain, lebih akrab dengan internet. Manfaatkan dan nikmati ! (Atep Afia, dari berbagai sumber).


Sumber Gambar:


Senin, Desember 08, 2008

SALAM PALING HEBAT DI DUNIA


Belakangan banyak tokoh di negeri ini mencari-cari bentuk salam yang khas. Tak kurang dari Adnan Buyung Nasution, pengacara ternama, mempopulerkan "Salam Kasih". Beliau keberatan dengan "Salam Sejahtera", yang menurutnya hanya ditujukan bagi orang-orang yang sejahtera. Ada lagi Mario Teguh, yang membawakan acara motivasi di Metro TV, muncul dengan "Salam Super". Entah apa maksudnya dan kemana arahnya, mungkin semua orang harus jadi "Super Man".

Padahal, sebenarnya nggak usah repot-repot cari salam ke sana ke mari. Sudah ada salam terindah. Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraakatuh. Semoga keselamatan, kasih sayang dan berkah dilimpahkan kepadamu.

Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Assalamu_alaikum, disebutkan : Assalamu alaikum (السلام عليكم as-salāmu `alaykum) merupakan salam dalam Bahasa Arab, dan digunakan oleh kultur Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia.

Untuk yang mengucapkan salam, hukumnya adalah Sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Kesimpulannya bahwa Salam berarti:

1. Mengingat (dzikr) Allah SWT,
2. Pengingat diri,
3. Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim,
4. Doa yang istimewa,
5. Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’

Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:

1. Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.
2. Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.
3. Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.
4. Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.
5. Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).
6. Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.


Pengecualian kewajiban menjawab salam:

1. Ketika sedang sholat. Membalas ucapan salam ketika sholat membatalkan sholatnya.
2. Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.
3. Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.

Dengan demikian, tak perlu mencari-cari salam yang tidak karuan, seperti Salam Olah Raga, Salam Sayang, atau salam-salam lainnya. Cukup dengan Salam terhebat yang diajarkan Rasulullah SAW. Coba Anda cari ke seluruh pelosok dunia, adakah salam yang lebih indah dan lebih hebat ? Nah, semoga bermanfaat ......
Sumber Gambar:

LAKUKAN APA YANG ANDA TAKUTKAN


Ada beberapa ungkapan menarik yang saya peroleh dari buku "Fight Like a Tiger Win Like a Champion" (Imam Munandar & ....):

"Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda takuti"

"Apa yang Anda takutkan untuk dikerjakan adalah indikator yang jelas mengenai apa yang harus Anda kerjakan berikutnya"

"Keberanian bukanlah tanpa ketidakhadiran ketakutan, tetapi lebih merupakan suatu keputusan bahwa ada yang lebih penting dari ketakutan itu sendiri"

Ketakutan itu hal yang biasa, baik "ketakutan semu" atau "ketakutan obyektif". Ketakutan semu artinya takut dengan hal-hal yang sebenarnya sama sekali tidak menakutkan. Ada orang dewasa lari terbirit-birit, begitu ketakutan, karena ada sehelai bulu ayam terbang menghampirinya. Ada juga pria dewasa yang tak kurang suatu apapun, takut dengan gadis cantik. Banyak juga mahasiswa yang takut dengan dosen, atau sebaliknya (?)
Kalau ketakutan obyektif memang merupakan ketakutan yang wajar. Misalnya takut diterkam harimau ketika saling berhadapan. Takut terbakar ketika berdiri di lokasi kebakaran. Nah, Anda takut apa ? Coba dekati hal-hal yang anda takutkan itu (Pdkt dengan yang ditakuti...). Lakukanlah apa yang anda takutkan ! Lantas, apa yang anda rasakan ????? Semoga bermanfaat.....

Sumber Gambar: